Detil Arsip
header
Skip Navigation Links
Home
Profile
News
Articles
Business
Agendas
Feedbacks
agenda
April 2025
May 2025
June 2025
July 2025
August 2025
 
artikel
Kesehatan
p 11/12/2011 16:05 WIB | 0 | 4921
Terapi Komponen Darah dan Indikasi Transfusi Darah  
p 11/12/2011 15:58 WIB | 0 | 4987
Teh Hijau Meningkatkan Efek Kerja Antibiotik  
p 11/12/2011 15:40 WIB | 0 | 9047
Tramadol untuk Ejakulasi Dini  
p 11/12/2011 15:27 WIB | 0 | 4547
Vitamin D Meningkatkan Motilitas Sperma  
p 28/11/2011 20:32 WIB | 0 | 4309
Penyakit Pertusis (Batuk Rejan) dan Pencegahannya.  
 
Humor
p 11/12/2011 15:47 WIB | 0 | 4854
8 Cara Mempercepat Pembakaran Kalori  
p 28/11/2011 19:48 WIB | 0 | 4697
Tips Mencegah Penyakit Malaria  
p 28/11/2011 19:40 WIB | 0 | 4540
7 Kebiasaan Tidur yang Sehat  
p 28/11/2011 19:29 WIB | 0 | 9317
Inilah 8 Fakta dari Pasta Gigi  
p 28/11/2011 19:24 WIB | 0 | 4233
10 Tips untuk Meningkatkan Daya Pikir Kita  
 
Inspirasi
p 23/11/2011 04:06 WIB | 0 | 4107
Karena Aku Ingin Terbang  
p 23/11/2011 04:05 WIB | 0 | 4921
Seluas Telaga  
p 23/11/2011 04:05 WIB | 0 | 4212
Mawar Untuk Ibuku  
p 23/11/2011 04:04 WIB | 0 | 4495
Misi Hidup Dalam Sebuah Kerja.  
p 23/11/2011 04:04 WIB | 0 | 4217
Tak Seperti Yang Tampak di Mata  
link
p Univ. Tarumanagara
p Perpus.Dig.UNTAR
p IDI Online
p Kamus Kedokteran
p Fakultas Kedokteran Universitas Tarumanagara
 
Berita Umum
 
Cegah Stroke Ala Menteri Kesehatan
Oleh admin | 28 Nov 2011 21:03 WIB | 2,384 views
"Minum banyak air putih, kurangi makan garam," kata Menkes.

Penyakit Stroke menjangkiti ratusan ribu orang dan merupakan pembunuh nomor satu di Indonesia. Untuk mencegahnya, Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, memiliki cara untuk mencegah stroke hinggap.

Salah satunya, kata Menkes, adalah dengan menurunkan kadar hipertensi dan meminum banyak air. "Minum banyak air putih, kurangi makan garam, kurangi gula dan konsumsi lemak. Kalau punya hipertensi, segera berobat agar turun kadarnya," kata Menkes pada aksi peduli peringatan hari stroke sedunia, di Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta, Sabtu 29 Oktober 2011.

Dari data Kementerian Kesehatan, sekitar 70 persen penderita stroke akan membutuhkan perawatan jangka panjang sehingga perawatan khusus harus dilanjutkan dirumah oleh keluarga dan masyarakat. Perilaku tidak sehat, kata Menkes, harus juga segera diubah.

"Jangan merokok, jangan minum alkohol, olahraga teratur, banyak makan sayur dan buah, dan kurangi stres," jelas Menkes lagi.

Data Kemenkes menunjukkan, sebanyak 31 persen penderita stroke mengalami ketergantungan total dan parsial, 20 persen perlu bantuan untuk berjalan. Sebanyak 16 persen memerlukan perawatan pada rumah perawatan khusus stroke, 71 persen mengalami hambatan pekerjaan sesudah tujuh tahun dan 34 persen menjadi pengangguran di usia kurang dari 65 tahun.

Disabilitas akibat stroke tidak hanya memberikan beban ekonomi bagi keluarga, namun juga beban mental emosional yang mengganggu produktifitas anggota keluarga lainnya. Untuk itu, pemerintah akan memberikan pelatihan kepada dokter dan keluarga yang menjaga penderita selama di rumah.

"Penderita stroke harus menjalani perawatan rehabilitasi di rumah sehingga perlu orang-orang yang terlatih," kata Menkes.

Penanganan pasien stroke, kata Menkes, dipersulit oleh kurangnya tenaga dokter ahli syaraf di Indonesia. Dia mengatakan di Indonesia saat ini hanya memiliki sekitar kurang dari 1.000 dokter syaraf. Jumlah ini terlalu sedikit, dibandingkan dengan jumlah penduduk.

Sumber : VIVAnews
 

 
 
  Email Arsip Print Arsip
 
0 Comments >>     (Anda harus melakukan login dahulu agar dapat memberi komentar)
 
login
Username
Password

Registrasi   |  Lupa Password
line

 Members:  402
Online:  13
Counter:  1068546
IP:  18.222.21.222
 
Alumni Kita


Andy
 
home   |  profil   |  berita   |  artikel   |  agenda   |  saran
Copyright © 2009 Ilumni Falkutas Kedokteran Universitas Tarumanagara - All rights reserved.